Minggu, 05 April 2020

Pengertian, Fungsi, Jenis Casing dan Power Supply

Pengertian Casing

   Casing komputer merupakan rumah atau tempat seluruh bagian-bagian pada central processing unit (CPU) seperti motherboard, prosesorharddisk, power supply dan lain-lain. Casing umumnya terbuat dari logam alumunium atau seng.

Fungsi Casing

Adapun beberapa fungsi Casing antara lain :

a) Melindungi berbagai komponen di dalamnya dari debu, panas, air, atau
kotoran lainnya.
b) Sebagai tempat dudukan hampir semua piranti seperti motherboard, CD ROM
drive, harddisk, floppy dan lain-lain.
c) Exhaust fan yang berfungsi pendingin ruang pun menggunakan casing sebaga
tempat beroperasi mengatur suhu dalam CPU.
d) Sebagai tempat dudukan tombol-tombol maupun lampu-lampu indikator.
e) Casing juga punya tugas penting yaitu sebagai ‘kediaman’ power supply yang
memberikan daya untuk semua komponen komputer.

Jenis-Jenis Casing


Berikut ini adalah jenis-jenis casing komputer berdasarkan bentuknya :

1. Casing Dekstop

       Casing dekstop adalah casing yang berbentuk seperti kotak yang memiliki ukuran lebar kira-kira 30-40 cm dan panjangnya kira-kira 50-60.  Umumnya casing dekstop biasanya ditempatkan diatas meja (posisi tidur). Umumnya konstruksi casing cukup kokoh sehingga monitor dapat diletakkan diatasnya. Komputer branded, yaitu komputer keluaran pabrik yang seluruh kompenennya diproduksi olehy satu pabrik, banyak diproduksi dengan model casing dekstop seperti ini (IBM dekstop, Dell, Acer, Compaq, dll), yang mendukung Pentium II dan III.




2. Casing Tower

       Casing tower dapat disebut juga casing berdirimempunyai ruang didalam casing 
lebih luas serta suhu dalam casing komputer tidak terlalu cepat panas dan juga 
lebih mudah dalam menambah komponen lainnya





       Casing vertikal yang umumnya didesain untuk server dan workstation berperforma tinggi. casing ini dapat diletakkan di atas lantai atau lantai atau di atas meja komputer. Tergantung pada jumlah drive bay (slot di bagian atas depan sebagai ruang penempatan hardisk, CD-ROOM, CD, DVD, Floppy Disk dll) dan tingginya, casing tower dapat dibagi menjadi Mini Tower, Medium/Mid Tower dan Full Tower.

a. Casing Full Tower

    Casing komputer jenis ini adalah casing komputer terbesar diantara jenis casing 
lainnya, casing jenis ini bisa menampung semua ukuran motherboard seperti 
Micro-ATX, ATX, E-ATX, dan XL-ATX. Casing yang didisain untuk server, mainframe 
atau workstation tingkat lanjut yang dapat menangani banyak aplikasi. Casing ini 
dapat memiliki enam sampai sepuluh drive bay dan tinggi bisa lebih dari 76 cm.



b. Casing Middle Tower

 Casing mid tower adalah jenis casing komputer yang paling banyak dipakai dipasar rakitan Indonesia. Dipasaran casing ini juga sudah dilengkapi dengan power supply unit (PSU), lampu power, lampu harddisk dan kabel-kabel lamputapi untuk fan mungkin optional, tergantung jenis segment casing komputer yang dipilih. Motherboard dengan spesifikasi ukuran Micro-ATX dan ATX sering digunakan.




c. Casing Mini Tower

Casing mini tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan casing mid tower, casing jenis ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Micro-ATX. Casing yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari casing desktop, umumnya memiliki dua sampai tiga drive bay dan tinggi sekitar 30 sampai 40 cm. Karena ukurannya yang juga tidak terlalu besar, casing ini sangat cocok untuk system komputer yang mempunyai banyak fitur terintegrasi.


d. Casing Mini ITX

   Casing yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari casing desktop, umumnya memiliki dua sampai tiga drive bay dan tinggi sekitar 30 sampai 40 cm. Karena ukurannya yang juga tidak terlalu besar, casing ini sangat cocok untuk system komputer yang mempunyai banyak fitur terintegrasi. Inilah casing yg booming di thn 2012 nanti, jenis casing mini-itx  ini akan banyak ditemui di kantor-kantor dan POS ( point of Sales).  POS adalah tempat seperti di loket loket pembayaran atau loket parkir serta seperti  untuk showroom seperti pameran  dan lain lainya yg mengumakan space yg terbatas dan  keindahan product.




POWER SUPPLY UNIT

   Power supply adalah sebuah perangkat yang berfungfi sebagai sumber daya listrik untuk berbagai perangkat kelas komputer seperti motherboard, disk drive seperti harddisk, floppy drive, CD/DVD ROM, dan fan untuk sistem pendinginan. Power supply unit (PSU) sebenarnya adalahsebuah konverter yang mengubah tegangan listrik (AC 220/230/240, V,  110/120 v) menjadi DC (3,3 V, 5 V, 12 V). Besarnya kemampuan PSU ditekankan oleh dayanya dan dihitung dengan satuan watt.

      KONEKTOR PADA POWER SUPPLY

a. Konektor 20/24 Pin ATX motherboard

    Berfungsi untuk memberikan daya pada motherboard. Konektor ini biasanya  terdiri dari 2 buah konektor yaitu 20 pin dan 4 pin yang kemudian dijadikan 1 membentuk konektor 24 pin. Konektor 20 pin digunakan untuk motherboard jenis   lama sedangkan untuk konektor 24 pin biasanya digunakan untuk jenis
motherboard model baru.


b. AT power connector (12 pin)

  Konektor ini digunakan untuk motherboard kelas pentium II kebawah. Konektor  yang memiliki 12 kabel ini dikelompokkan terpisah menjadi 2 bagian. Bagian  pertama disebut konektor P8 dan bagian kedua disebut P9. Masing-masing 
konektor memiliki 6 kabel. 


c. Konektor ATX 4 pin 12V

  Fungsi dari konektor ini adalah memberikan tegangan untuk prosessor. Konektor  ini digunakan mulai jenis komputer pentium IV keatas sampai sekarang. Konektor ATX 12V 4 Pin kebanyakan dipakai oleh para user yang menggunakan Processor buatan  Intel. Fungsi dari konektor ini adalah sebagai penyedia tenaga tambahan sebesar 12  untuk CPU Pentium 4. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan. Saat ini sebagian motherboard AMD juga menggunakan konektor ini.



d. 6 Pin PCIe Connector

  Konektor jenis ini digunakan untuk memberikan daya tambahan pada perangkat  card atau grafis yang berjenis PCle karena membutuhkan daya yang lebih bandingkan dengan VGA jenis lainnya. Tidak semua PC membutuhkan Konektor PCI-E. Biasanya, user yang membutuhkan konektor ini adalah orang yang bekerja di bidang multimedia, desain grafis atau game. Hal ini disebabkan karena konektor PCI-E hanya digunakan sebagai penambah daya untuk Video Card yang menggunakan slot PCI Express.
  Jadi, apabila anda berencana memasang Video Card, maka tentunya harus memiliki power supply yang mendukung untuk konektor ini.



e. Konektor 4 pin peripheral / molex connector

  Konektor ini digunakan untuk sumber tenaga bagi harddisk dan CD/DVD ROM, 
fan/kipas pendingin, lampu-lampu dan aksesoris lainnya.  Konektor ini digunakan untuk memasok daya ke berbagai komponen hardware yang terdapat didalam casing komputer. Komponen tersebut antara lain harddisk, CD-ROM, kipas, dll. Konektor ini  
terdiri atas empat kabel. Sebuah kabel warna merah dengan tegangan +5V berfungsi memberikan 
daya pada logic controller. Sebuah kabel kuning dengan tegangan +12V sebagai sumber tenaga bagi motor penggerak. Dua buah kabel hitam sebagai ground.



f. Konektor SATA

  Konektor ini digunakan untuk memberikan daya kepada komponen yang
memiliki port SATA seperti harddisk SATA dan CD/DVD ROM SATA.
Konektor disambung melalui molex konektor.




g. Konektor floppy drive / Berg connector

  Konektor ini khusus digunakan untuk floopy drive ataupun external audio card. Warna yang digunakan sama dengan molex connector. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar